Close
News And Articles 25/06/2024

Ketahui Perbedaan Ciri-Ciri Gula Darah Rendah & Gula Darah Tinggi

Ketahui Perbedaan Ciri-Ciri Gula Darah Rendah & Gula Darah Tinggi

 

Ringkasan

  • Gula darah rendah (Hipoglikemia) dan gula darah tinggi (Hiperglikemia) merupakan dua kondisi yang sama-sama berkaitan dengan kadar gula dalam tubuh, tetapi memiliki penyebab dan gejala yang berbeda. 

  • Hipoglikemia ditandai dengan kadar gula darah yang terlalu rendah dan dapat menyebabkan tubuh gemetar, lemas, hingga kehilangan kesadaran. Sementara itu, hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi dan umumnya ditandai dengan rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, serta tubuh mudah lelah.

  • Memahami tanda-tanda kedua kondisi ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, memantau kadar gula darah, serta menjalani gaya hidup sehat dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil dan menurunkan risiko komplikasi kesehatan di kemudian hari.

 

Menjaga kadar gula darah tetap stabil penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan. Dua kondisi yang sering terjadi akibat perubahan kadar gula adalah gula darah rendah (hipoglikemia) dan gula darah tinggi (hiperglikemia).

Meski sama-sama berkaitan dengan kadar gula dalam tubuh, keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda. Mengenali ciri-ciri gula darah rendah dan ciri-ciri gula darah tinggi sejak awal bisa membantu kamu mengambil tindakan yang tepat sebelum terlambat.

Di artikel ini, kita akan membahas perbedaan keduanya—mulai dari penyebab, gejala, hingga risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Simak sampai habis ya!

Perbedaan Gula Darah Rendah dan Gula Darah Tinggi

Meski sama-sama berkaitan dengan kadar gula dalam tubuh, gula darah rendah dan gula darah tinggi merupakan dua kondisi yang berbeda. Keduanya memiliki penyebab, gejala, hingga risiko komplikasi yang tidak sama. Agar tidak salah mengenali tanda-tandanya, berikut perbedaan gula darah rendah dan gula darah tinggi yang perlu dipahami.

Perbedaan Gula Darah Rendah dan Gula Darah Tinggi

Aspek

Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)

Kadar Normal

> 200 mg/dL

< 70 mg/dL

Penyebab Umum

Diabetes tipe 1 & 2, pola makan buruk

Penggunaan insulin berlebihan, puasa

Gejala

Haus berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan

Lemah, gemetar, pusing

Risiko Komplikasi

Ketoasidosis diabetik

Pingsan, kejang

Ciri-ciri Gula Darah Rendah

Ciri Gula Darah Rendah

 

Berikut ini beberapa ciri-ciri gula darah rendah.

  • Mudah lapar

  • Kehilangan konsentrasi

  • Dehidrasi

  • Keringat dingin

  • Detak jantung cepat

  • Gangguan penglihatan

  • Perubahan mood

  • Tubuh gemetar

  • Kelelahan

  • Nyeri kepala

 

Pertolongan Pertama dan Cara Mengatasi Gula Darah Rendah

Setelah memahami ciri-ciri gula darah rendah, penting untuk mengetahui langkah-langkah penanganan pertama yang tepat. Hipoglikemia atau gula darah rendah dapat berbahaya jika tidak segera ditangani, terutama jika pasien sampai kehilangan kesadaran. Bagi Anda yang memiliki riwayat gula darah rendah atau merawat anggota keluarga dengan kondisi ini, pengetahuan tentang pertolongan pertama adalah krusial.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama gula darah rendah menggunakan Aturan 15-15. 

  1. Konsumsi 15 gram karbohidrat cepat serap: Ini bisa berupa 3-4 tablet glukosa, 1/2 cangkir jus buah (misalnya jus jeruk), 1/2 kaleng soda biasa (bukan diet), 1 sendok makan gula pasir atau madu, atau permen keras (bukan cokelat).

  2. Tunggu 15 menit: Setelah mengonsumsi karbohidrat, tunggu selama 15 menit agar gula darah punya waktu untuk naik.

  3. Cek kembali gula darah: Jika gula darah masih di bawah 70 mg/dL, ulangi langkah 1 dan 2.

  4. Makan makanan ringan: Setelah gula darah kembali normal, konsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein untuk menjaga gula darah tetap stabil, seperti roti gandum dengan selai kacang atau biskuit dengan keju.

Jika pasien tidak sadarkan diri, jangan berikan makanan atau minuman melalui mulut karena risiko tersedak. Segera cari pertolongan medis darurat. Selalu siapkan sumber karbohidrat cepat serap di tas atau di rumah untuk berjaga-jaga. Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati, dan memahami cara mengatasi gula darah rendah dapat menyelamatkan nyawa.

Penyebab dan Pencegahan Gula Darah Rendah yang Perlu Anda Tahu

Image: magnific 

Memahami penyebab gula darah rendah atau hipoglikemia adalah kunci untuk pencegahannya. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh penderita diabetes, tetapi juga bisa terjadi pada individu tanpa riwayat diabetes, meskipun lebih jarang. Mengetahui penyebab umum dan cara pencegahan adalah langkah proaktif untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Penyebab Umum Gula Darah Rendah:

  • Efek Samping Obat Diabetes: Terlalu banyak insulin atau obat penurun gula darah oral dapat menyebabkan hipoglikemia.

  • Melewatkan Makan atau Kurang Asupan Karbohidrat: Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi. Jika asupan kurang, gula darah bisa turun.

  • Aktivitas Fisik Berlebihan: Olahraga intens tanpa penyesuaian asupan karbohidrat atau dosis obat bisa memicu hipoglikemia.

  • Konsumsi Alkohol Berlebihan: Alkohol dapat mengganggu kemampuan hati untuk melepaskan glukosa yang disimpan ke dalam aliran darah.

  • Kondisi Medis Tertentu: Penyakit hati, ginjal, atau gangguan hormon langka juga dapat menyebabkan gula darah rendah.

Strategi Pencegahan Hipoglikemia:

  1. Patuhi Jadwal Makan: Jangan melewatkan waktu makan dan usahakan makan secara teratur.

  2. Sesuaikan Dosis Obat: Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai dosis obat diabetes Anda, terutama jika ada perubahan gaya hidup atau diet.

  3. Monitor Gula Darah Secara Teratur: Terutama sebelum dan sesudah berolahraga, atau saat merasa tidak enak badan.

  4. Siapkan Camilan Sehat: Bawa selalu camilan kaya karbohidrat kompleks seperti buah, yogurt, atau roti gandum.

  5. Batasi Konsumsi Alkohol: Jika minum alkohol, lakukan secukupnya dan pastikan Anda makan terlebih dahulu.

Pencegahan adalah investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang. Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat mengurangi risiko gula darah rendah dan menjaga stabilitas energi Anda sepanjang hari.

Ciri-ciri Gula Darah Tinggi

Ciri gula darah rendah - Diabetasol

 

  • Mudah haus

  • Sering buang air kecil

  • Berat badan terus menurun

  • Perubahan warna kulit

  • Luka sulit sembuh

  • Kulit kering

  • Nyeri kaki

  • Mual

  • Nafas pendek

  • Merasa lemas

 

Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi

Gula darah tinggi atau hiperglikemia perlu dikontrol agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan. Penanganannya dapat dilakukan melalui kombinasi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Beberapa cara yang dapat membantu menurunkan gula darah tinggi antara lain:

  • Mengonsumsi obat diabetes atau menjalani terapi insulin sesuai anjuran dokter untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta memilih makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh.

  • Rutin berolahraga, seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

  • Menjaga berat badan tetap ideal karena berat badan berlebih dapat memengaruhi sensitivitas insulin.

  • Mengelola stres dan mencukupi waktu tidur agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

  • Rutin memantau kadar gula darah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dengan penerapan pola hidup sehat dan penanganan yang tepat, kadar gula darah dapat lebih terkontrol sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Siapa yang Berisiko Mengalami Gula Darah Rendah?

Gula darah rendah sering kali terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1 serta mereka yang memiliki diabetes tipe 2 dan menggunakan insulin atau obat diabetes lainnya.
Beberapa kelompok yang lebih rentan terhadap hipoglikemia atau kadar gula darah rendah meliputi:

  • Lansia: Mereka yang berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko yang lebih tinggi karena perubahan metabolisme dan potensi interaksi dengan obat-obatan lain.

  • Riwayat Hipoglikemia: Orang yang pernah mengalami gula darah rendah sebelumnya cenderung lebih rentan mengalaminya lagi.

  • Kondisi Medis Lain: Masalah kesehatan seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, atau gangguan kognitif dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Siapa yang Berisiko Mengalami Gula Darah Rendah?


Image: magnific 

Gula darah rendah sering kali terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1 serta mereka yang memiliki diabetes tipe 2 dan menggunakan insulin atau obat diabetes lainnya.

Beberapa kelompok yang lebih rentan terhadap hipoglikemia atau kadar gula darah rendah meliputi:

  • Lansia: Mereka yang berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko yang lebih tinggi karena perubahan metabolisme dan potensi interaksi dengan obat-obatan lain.

  • Riwayat Hipoglikemia: Orang yang pernah mengalami gula darah rendah sebelumnya cenderung lebih rentan mengalaminya lagi.

  • Kondisi Medis Lain: Masalah kesehatan seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, atau gangguan kognitif dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Gula Darah Rendah pada Kondisi Khusus: Ibu Hamil dan Anak

Kondisi gula darah rendah atau hipoglikemia tidak hanya terjadi pada orang dewasa penderita diabetes, tetapi juga bisa menyerang kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil dan anak-anak. Bagi yang aktif bekerja dan berperan sebagai orang tua, memahami gejala dan risiko pada kondisi khusus ini sangatlah penting untuk menjaga kesehatan keluarga.

Gula Darah Rendah pada Ibu Hamil

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Hipoglikemia pada ibu hamil bisa disebabkan oleh mual dan muntah parah (hiperemesis gravidarum) yang mengurangi asupan makanan, pola makan yang tidak teratur, atau penggunaan obat diabetes jika ibu hamil menderita diabetes gestasional.

Ciri-ciri gula darah rendah pada ibu hamil mirip dengan gejala umum hipoglikemia, seperti pusing, lemas, keringat dingin, gemetar, dan sulit berkonsentrasi. Jika tidak ditangani, dapat berisiko bagi ibu dan janin. Penting bagi ibu hamil untuk menjaga pola makan teratur, mengonsumsi camilan sehat, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala hipoglikemia.

Gula Darah Rendah pada Anak

Anak-anak, terutama balita, memiliki cadangan glikogen yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa, sehingga lebih rentan mengalami hipoglikemia. Gejala gula darah rendah pada anak mungkin sulit dikenali karena mereka belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan jelas. 

Orang tua perlu mewaspadai perubahan perilaku seperti anak menjadi rewel, lesu, pucat, berkeringat dingin, atau kesulitan fokus. Penyebabnya bisa karena melewatkan makan, aktivitas fisik berlebihan tanpa asupan cukup, atau pada kasus yang lebih serius, kondisi medis tertentu.

Jika anak menunjukkan gejala hipoglikemia, berikan segera sumber gula cepat seperti jus buah atau permen. Selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk penanganan dan pencegahan yang tepat. 

BACA JUGA: Kasus Diabetes di Anak Muda Meningkat di Indonesia, Bagaimana Pola Hidup Sehat yang Tepat?

Yuk Kelola Gula Darah bersama Diabetasol Milk

Memahami perbedaan antara gula darah rendah dan gula darah tinggi sangat penting. Salah satu kunci penting dalam mengelola gula darah adalah pola makan yang tepat waktu dan asupan nutrisi yang seimbang.

Contoh asupan nutrisi adalah seperti Diabetasol Milk yang dapat membantu mencapai tujuan ini. Diabetasol Milk hadir sebagai nutrisi lengkap dan seimbang untuk kontrol gula darah, yang mengandung Isomaltulosa yaitu karbohidrat lepas lambat dengan IG rendah, sehingga membuat rasa kenyang yang lebih lama. Cocok untuk Anda penderita diabetes atau pun yang ingin mengontrol gula darah.

Beberapa keunggulan Diabetasol Milk yang dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil:

  • Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil dan memberi rasa kenyang lebih lama. Kandungan ini juga mendukung Diabetasol Milk sebagai minuman dengan indeks glikemik rendah (GI = 44).

  • Vitamin A, C, dan E serta zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh

  • Sumber serat untuk mendukung kesehatan pencernaan

  • Protein whey berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna tubuh

  • Rendah laktosa

  • Tanpa penambahan gula pasir

  • Bebas gluten

Yuk, jaga gula darah tetap stabil bersama Diabetasol!

 

FAQ

Apa perbedaan gula darah rendah dan gula darah tinggi?

Gula darah rendah (hipoglikemia) terjadi ketika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL, sedangkan gula darah tinggi (hiperglikemia) terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi, umumnya di atas 200 mg/dL. Keduanya memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda.

Apa saja ciri-ciri gula darah rendah?

Beberapa ciri gula darah rendah meliputi tubuh gemetar, keringat dingin, mudah lapar, pusing, lemas, detak jantung cepat, sulit konsentrasi, hingga perubahan mood.

Apa saja tanda gula darah tinggi?

Ciri-ciri gula darah tinggi antara lain mudah haus, sering buang air kecil, tubuh terasa lemas, luka sulit sembuh, kulit kering, mual, dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Apa yang harus dilakukan saat gula darah rendah?

Salah satu langkah pertolongan pertama adalah menggunakan Aturan 15-15, yaitu mengonsumsi 15 gram karbohidrat cepat serap, menunggu 15 menit, lalu mengecek kembali kadar gula darah.

Bagaimana cara membantu menurunkan gula darah tinggi?

Gula darah tinggi dapat dikontrol dengan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Siapa yang berisiko mengalami gula darah rendah?

Orang dengan diabetes yang menggunakan insulin atau obat diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipoglikemia. Selain itu, lansia dan orang dengan riwayat hipoglikemia juga lebih rentan mengalami kondisi ini.

 

References:

  • Kompas.com. 18 Tanda-Tanda Gula Darah Rendah, Pucat hingga Hilang Kesadaran. Diakses dari Kompas Health

  • KlikDokter. Ciri & Gejala Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Diakses dari KlikDokter

  • Hello Sehat. Cara Mencegah Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Diakses dari Hello Sehat

  • Halodoc. Cara Meningkatkan Kadar Gula Darah Cepat dengan Aturan 15-15. Diakses dari Halodoc

  • Halodoc. Ketahui Gejala Hipoglikemia pada Ibu Hamil dan Menyusui. Diakses dari Halodoc


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.