Close
Diabetes 9/05/2024

Gula Darah: Kenali Pengertian, Satuan, dan Kadar Normal yang Harus Diketahui

Gula Darah: Kenali Pengertian, Satuan, dan Kadar Normal yang Harus Diketahui

Ringkasan: 

  • Kadar gula darah adalah jumlah glukosa yang terdapat dalam aliran darah dan berperan penting sebagai sumber energi bagi tubuh. 

  • Kadar gula darah dapat berubah-ubah tergantung pada pola makan, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah tetap normal penting untuk mendukung fungsi organ tubuh, menjaga kinerja otak, dan mengurangi risiko diabetes.

  • Untuk menjaga kestabilan gula darah, Anda perlu menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. 

 

Diabetes merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman menakutkan bagi semua orang. Pasalnya, gangguan kesehatan tersebut bukan hanya menurunkan fungsi organ-organ tubuh tetapi juga memicu komplikasi penyakit lain jika tidak ditangani secara intensif. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan risiko diabetes sebab pencegahannya dapat dilakukan dengan menjaga kadar gula darah normal setiap saat.

Jika Anda ingin lebih disiplin menjalani pola hidup sehat agar terhindar dari diabetes, ketahui gula darah normal berapa serta pentingnya menjaga kadar tersebut secara konsisten.

Apa Itu Kadar Gula Darah?

Kadar gula darah (blood glucose) adalah istilah untuk menyebut jumlah gula atau glukosa yang terdapat dalam aliran darah dengan satuan miligram desiliter (mg/dL). Kondisi gula darah mengalami perubahan dari waktu ke waktu karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti jenis makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, serta kecenderungan stres. 

Kendati jumlahnya terus berubah-ubah, ada standar khusus tentang batas normal gula darah yang membuatnya menjadi salah satu parameter penting untuk mengukur tingkat kesehatan tubuh seseorang.

Bagaimana Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Darah dalam Tubuh?

Gula dalam darah bersumber dari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat, contohnya nasi, umbi-umbian, olahan gandum, buah, dan lainnya. Karbohidrat yang telah dipecah menjadi glukosa akan dialirkan melalui pembuluh darah sebagai sumber energi bagi seluruh sel tubuh.

Pengaturan gula darah membutuhkan peran penting dari dua jenis hormon yang diproduksi sel pankreas, yaitu insulin dan glukagon. Keberadaan dua hormon tersebut sama-sama penting untuk merealisasikan kondisi kadar gula darah normal pada tubuh.

Beberapa saat setelah makan, peningkatan kadar gula darah menstimulasi pankreas menghasilkan insulin supaya gula darah berkurang. Insulin akan mengatur gula darah sebagai sumber energi lalu menyimpan sebagiannya ke dalam sel tubuh lain, seperti sel darah merah, otot, dan cadangan lemak. 

Sementara itu, peran glukagon justru berlawanan dengan insulin. Glukagon menstimulasi hati yang telah menyimpan persediaan glukosa untuk melepaskannya supaya kadar gula darah meningkat.

BACA JUGA: Lonjakan Gula Darah Setelah Makan, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Apa Satuan yang Digunakan untuk Mengukur Gula Darah?

alat cek gula darah

Image: magnific 

Kadar gula darah umumnya diukur menggunakan dua satuan, yaitu miligram per desiliter (mg/dL) dan milimol per liter (mmol/L). Satuan mg/dL menunjukkan jumlah glukosa dalam setiap desiliter darah, sedangkan mmol/L menunjukkan jumlah molekul glukosa dalam satu liter darah.

Di Indonesia, hasil pemeriksaan gula darah pada laboratorium maupun alat cek gula darah mandiri umumnya ditampilkan dalam satuan mg/dL. Sementara itu, beberapa referensi dan fasilitas kesehatan di negara lain dapat menggunakan satuan mmol/L, sehingga Anda mungkin menemukan angka yang berbeda meskipun menunjukkan kondisi kadar gula darah yang sama.

Jika perlu melakukan konversi, angka mg/dL dapat dibagi 18 untuk mendapatkan nilai mmol/L. Sebaliknya, nilai mmol/L dapat dikalikan 18 untuk mendapatkan nilai mg/dL. Rumus konversi ini mengacu pada referensi Blood Sugar Converter Diabetes.co.uk yang menjelaskan perbandingan satuan gula darah tersebut. Sebagai contoh, kadar gula darah 90 mg/dL setara dengan sekitar 5 mmol/L.

BACA JUGA: Tips Diet untuk Diabetes agar Gula Darah Tetap Stabil

Mengapa Penting Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Normal?

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika kadar gula darah normal dapat dipertahankan setiap saat adalah sebagai berikut:

  • Membuat tubuh senantiasa berenergi karena seluruh organ mendapatkan sumber energi yang jumlahnya cukup.

  • Memaksimalkan fungsi otak karena jaringan otak memperoleh glukosa dalam jumlah memadai. Bahkan, pembentukan zat kimia bernama neurotransmiter untuk mendukung pengiriman pesan antar sel saraf juga sangat membutuhkan glukosa.

  • Meminimalkan risiko penurunan fungsi insulin (disebut resistensi insulin) yang menjadi penyebab diabetes.

Berapa Batas Normal Gula Darah yang Dianjurkan?

Memeriksa Kadar Gula Darah

Pada dasarnya, gula darah normal tidak diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin. Dengan kata lain, gula darah normal wanita dan gula darah normal pria pada usia dewasa terbilang sama dengan rincian sebagai berikut:

  • Pemeriksaan sebelum makan atau setelah puasa selama minimal 8 jam: 70-100 mg/dL.

  • Pemeriksaan pada dua jam setelah makan atau sebelum tidur: kurang dari 140 mg/dL.

  • Pemeriksaan gula darah sewaktu (dilakukan mendadak tanpa puasa terlebih dahulu): kurang dari 200 mg/dL.

Dengan mengetahui  batas normal gula darah, diharapkan Anda bisa lebih aware dengan kesehatan. Jika ditanya kapan harus mengecek atau memeriksa kadar gula darah, jawabannya sebaiknya pemeriksaan dilakukan sebelum menginjak usia 30 tahun sebab kini risiko diabetes di usia muda semakin besar. Orang dengan kondisi kesehatan normal wajib melakukan medical check up secara rutin atau minimal satu kali dalam setahun.

Dengan melakukan pemeriksaan ini Anda juga dapat memonitor kadar gula darah. Sebaliknya, pengidap diabetes disarankan melakukan pemeriksaan gula darah setiap hari untuk memastikan bahwa kadarnya stabil setiap saat. 

 

Apa yang Terjadi Jika Kadar Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah?

Menjaga kadar gula darah normal sangat penting agar terhindar dari kondisi gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia). Hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah melebihi 200 mg/dL sehingga memunculkan beberapa gejala berikut ini: 

  • Mudah haus dan lapar. 

  • Sering buang air kecil. 

  • Penglihatan kabur. 

  • Bobot tubuh berkurang drastis tanpa sebab yang jelas. 

  • Rentan mengalami infeksi, salah satunya radang gusi dan luka pada kulit yang sukar sembuh. 

  • Sebaliknya, hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL dengan gejala sebagai berikut: 

  • Tubuh terasa lemas dan gampang kelelahan, bahkan hingga tidak kuat berdiri atau berjalan. 

  • Kelaparan. 

  • Emosi tidak stabil sehingga gampang marah. 

  • Kulit pucat dan berkeringat berlebihan. 

  • Jantung berdebar, gelisah, dan kejang. 

BACA JUGA: Waspada, Ini Jenis Makanan Penyebab Gula Darah Tinggi

Bagaimana Cara Menjaga Kadar Gula Darah Stabil?

Mempertahankan kestabilan kadar gula darah normal tidak sulit asalkan Anda konsisten melakukan beberapa kebiasaan baik berikut ini: 

  • Menjalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari. Upaya menjaga kadar gula darah bisa dimulai dengan memperhatikan asupan makanan indeks glikemik rendah, termasuk memilih gula dengan kalori rendah seperti Nulife Sweetener. Pengganti gula zero calorie ini cocok untuk membantu kontrol asupan gula harian, yang manisnya pas dan tidak mengubah rasa.

  • Melakukan aktivitas olah fisik secara rutin minimal 150 menit per minggu yang dapat dibagi menjadi beberapa sesi. Olahraga teratur bisa membantu menjaga kestabilan kadar gula darah karena otot akan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Di samping itu, berolahraga secara rutin juga dapat membantu meningkatkan kepekaan sel-sel insulin sewaktu kadar gula darah meningkat. 

  • Mengantisipasi stres supaya terhindar dari dampak buruknya. Stres dapat menstimulasi peningkatan hormon adrenalin dan kortisol yang menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Jadi, alangkah lebih baik jika Anda mengatasi atau menghindari penyebab stres agar tubuh dan pikiran selalu rileks.   

Jangan berkecil hati bila saat ini Anda telanjur mengidap diabetes. Penyakit tersebut sangat dapat dikendalikan dengan menjalani pola hidup sehat secara disiplin. Anda perlu ingat, kadangkala kadar gula darah dapat naik dan turun karena faktor asupan makanan yang nutrisinya tidak seimbang sehingga tidak memenuhi asupan yang dibutuhkan tubuh sehari-hari. 

Risiko kadar gula darah naik akibat asupan makanan dapat diantisipasi dengan mengonsumsi Diabetasol Milk 2x sehari 4 sendok takar. Nutrisi lengkap yang terkandung dalam makanan pengganti bagi penyandang diabetes tersebut akan menjaga kestabilan kadar gula darah normal sekaligus membantu mencukupi kebutuhan gizi harian. 

Beberapa kandungan nutrisi yang terdapat dalam Diabetasol Milk antara lain:

  • Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Kandungan ini menjadi bagian dari formulasi Diabetasol Milk  yang memiliki indeks glikemik rendah (GI=44)

  • Vitamin A, C, dan E serta zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh

  • Sumber serat untuk mendukung kesehatan pencernaan

  • Protein dengan whey berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna tubuh

  • Rendah laktosa

  • Tanpa penambahan gula pasir

  • Bebas gluten

Saatnya menjalani hidup yang lebih menyenangkan dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Dengan pola hidup yang lebih seimbang, Anda tetap bisa menikmati aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir. Enjoy Aja, Kan Ada DIA yang siap temani bantu jaga kadar gula darah harian. 


 

FAQ

Berapa kadar gula darah normal saat puasa?

Kadar gula darah normal setelah berpuasa minimal 8 jam berada pada kisaran 70-100 mg/dL.

Apa satuan yang digunakan untuk mengukur gula darah?

Kadar gula darah umumnya diukur menggunakan satuan miligram per desiliter (mg/dL) atau milimol per liter (mmol/L). Di Indonesia, hasil pemeriksaan gula darah umumnya menggunakan satuan mg/dL.

Apa yang menyebabkan kadar gula darah tinggi?

Kadar gula darah tinggi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, kurang aktivitas fisik, stres, gangguan produksi insulin, atau diabetes.

Apa tanda-tanda kadar gula darah rendah?

Beberapa gejala gula darah rendah antara lain tubuh terasa lemas, mudah lapar, berkeringat berlebihan, jantung berdebar, gelisah, hingga sulit berkonsentrasi.

Bagaimana cara menjaga kadar gula darah tetap normal?

Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, mencukupi kebutuhan nutrisi harian, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan beberapa cara yang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.


 

Referensi: 

  • alodokter.com/arti-tinggi-dan-rendahnya-kadar-gula-darah-dalam-tubuh  

  • cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201109121235-255-567567/waktu-tepat-cek-gula-darah-untuk-cegah-diabetes 

  • halosehat.com/penyakit/diabetes/cara-menjaga-kadar-gula-darah-agar-normal  

  • hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-glukosa/ 

  • hellosehat.com/diabetes/kadar-gula-darah-normal/  


 


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.