Ringkasan:
Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Penggunaan pemanis alternatif dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan gula, dengan tetap memperhatikan batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram.
Gula dalam pembuatan kue tidak sekadar memberikan rasa manis, tetapi juga berfungsi menjaga kelembapan, menambah volume, melembutkan tekstur adonan, serta membantu proses karamelisasi.
Saat beralih menggunakan pengganti gula, Anda perlu memperhatikan kestabilan pemanis terhadap suhu panas, keseimbangan cairan, serta bahan pengisi agar tekstur dan kualitas hidangan tetap terjaga.
Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis sering kali sulit dilepaskan dari keseharian masyarakat Indonesia. Padahal, konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit jantung.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sendiri menganjurkan batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram, atau setara dengan 4 sendok makan. Namun, membatasi asupan gula bukan berarti Anda harus berhenti total menikmati kue dan masakan lezat buatan rumah.
Sebagai gantinya, penggunaan pemanis alternatif dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan gula tanpa menghilangkan rasa manis pada menu harian. Meski demikian, mengganti gula pasir di dapur memerlukan pemahaman teknis agar tekstur dan rasa masakan tidak berubah.
Dalam pembuatan kue dan olahan panggang, gula tidak sekadar berfungsi memberi rasa manis. Gula turut berperan memberikan kelembapan, melembutkan tekstur adonan, menambah volume, memperpanjang masa simpan produk, serta mengalami karamelisasi saat dipanggang pada suhu tinggi.
Mengurangi atau mengganti gula tanpa memperhitungkan fungsinya dapat mengubah sifat fisik adonan. Pada beberapa resep kue, takaran gula dapat dikurangi hingga sepertiga bagian tanpa memengaruhi kualitas akhir secara signifikan.

Image: Magnific
Karena gula tidak hanya berfungsi memberikan rasa manis, pemilihan pengganti gula untuk kue dan berbagai masakan lain perlu dilakukan dengan tepat agar hasil masakan tetap sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini juga mencegah kesalahan menggunakan pemanis pengganti gula.
Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih pengganti gula, di antaranya:
Tidak semua pemanis memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi. Pemanis seperti aspartam cenderung kehilangan rasa manisnya jika dipanaskan pada suhu tinggi. Sebaliknya, pemanis seperti sukralosa dan asesulfam-K memiliki kestabilan terhadap panas yang baik sehingga dapat mempertahankan rasa manisnya saat dipanggang atau dimasak.
Penggunaan pemanis berbentuk cair (seperti sirup atau madu) akan menambah kelembapan adonan. Saat menggunakannya sebagai pengganti gula pasir, volume cairan lain dalam resep mungkin perlu dikurangi sekitar 3 hingga 5 sendok makan, serta suhu oven diturunkan sekitar 14 derajat Celsius agar adonan tidak terlalu cepat kecokelatan. Namun, penyesuaian ini bergantung pada jumlah dan jenis pemanis yang digunakan serta resep yang dibuat.
Pemanis berintensitas tinggi hanya membutuhkan jumlah yang sangat sedikit untuk mencapai rasa manis yang sama dengan gula pasir. Penggunaan pemanis ini dapat membuat adonan kehilangan volume yang biasanya diberikan oleh gula, sehingga berpotensi memengaruhi volume dan kepadatan kue.
Bagi pemula, mengurangi takaran gula pasir secara bertahap, misalnya sekitar seperempat hingga sepertiga bagian pada resep yang sesuai, dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi penggunaan gula tanpa banyak mengubah struktur kue.
Jika Anda mencari alternatif pengganti gula pasir yang praktis dan serbaguna di dapur, Nulife Sweetener dapat menjadi pilihan yang tepat. Pemanis nol kalori ini dapat membantu mengurangi asupan gula dan kalori harian saat digunakan sebagai pengganti gula pasir, tanpa mengorbankan cita rasa masakan.

Nulife Sweetener diformulasikan dari kombinasi sorbitol, acesulfame-K, dan sukralosa. Keunggulan utamanya adalah sifatnya yang stabil pada suhu panas maupun dingin. Rasa manisnya tetap terjaga, baik saat digunakan untuk membuat adonan kue, memanggang hidangan di oven, maupun memasak menu berkuah panas.
Secara takaran praktis, Nulife Sweetener dikemas dalam bentuk saset 1,5 gram dengan kandungan energi total 0 kkal dan gula total 0 gram. Untuk sajian minuman panas atau dingin, 1 saset Nulife Sweetener dapat dilarutkan dalam 150 mL cairan. Sementara untuk kebutuhan memasak dan membuat kue rumahan, takaran penggunaannya dapat disesuaikan dengan tingkat kemanisan yang Anda inginkan.
Sebagai catatan penggunaan, produk pemanis ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak di bawah usia 5 tahun, ibu hamil, serta ibu menyusui. Dengan takaran dan jenis pemanis yang tepat, Anda kini bisa berkreasi di dapur dengan lebih tenang dan percaya diri sambil tetap memperhatikan kesehatan keluarga.
Referensi:
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2023). Bahaya mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2744/bahaya-mengonsumsi-makanan-manis-secara-berlebihan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019, December 4). Cara mengurangi asupan gula setiap hari. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/cara-mengurangi-asupan-gula-setiap-hari
University of Wyoming Extension. (n.d.). Natural sugar alternatives in baking. Nutrition and Food Safety. https://uwyoextension.org/uwnutrition/newsletters/natural-sugar-alternatives-in-baking/
Peris, M., Rubio-Arraez, S., Castelló, M. L., & Ortolá, M. D. (2019). From the laboratory to the kitchen: New alternatives to healthier bakery products. Foods, 8(12), Article 660. https://doi.org/10.3390/foods8120660
Dragomir, N., Grigore, D.-M., & Pogurschi, E. N. (2025). Beyond sugar: A holistic review of sweeteners and their role in modern nutrition. Foods, 14(18), Article 3182. https://doi.org/10.3390/foods14183182