Close
Diabetes 2/04/2024

Waspadai Efek Gula Darah Rendah pada Tubuh Anda!

Waspadai Efek Gula Darah Rendah pada Tubuh Anda!

Ringkasan

  • Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti pola makan tidak teratur, penggunaan insulin atau obat diabetes yang tidak sesuai, aktivitas fisik berlebihan, hingga kurangnya asupan nutrisi seimbang. 

  • Ada beberapa gejala yang dialami saat mengalami gula darah rendah, seperti tubuh gemetar, lemas, pusing, sulit fokus, hingga kehilangan kesadaran bila tidak segera ditangani.

  • Untuk mencegah hipoglikemia, Anda bisa menjaga pola makan teratur, mengonsumsi nutrisi seimbang, serta rutin memantau kadar gula darah.

 

 

Efek gula darah rendah atau hipoglikemia bisa membahayakan tubuh jika tidak segera ditangani. Meski sering kali tidak disadari, kondisi ini dapat memicu berbagai gejala serius yang berdampak pada fungsi tubuh secara keseluruhan.

Apa Itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa darah berada di bawah angka normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL. Gangguan ini bisa dialami siapa saja, baik orang sehat maupun pengidap diabetes (diabetesi).

Glukosa adalah zat penting yang berperan sebagai sumber energi bagi sel-sel tubuh. Oleh sebab itu, jumlahnya harus cukup untuk mendukung proses metabolisme secara keseluruhan. Efek gula darah rendah bagi tubuh bisa ditangani secara mandiri jika situasinya ringan, tetapi membutuhkan penanganan medis bila sudah menunjukkan gejala-gejala yang lebih parah.

BACA JUGA: Alternatif Makanan Sehat yang Tidak Cepat Menaikkan Gula Darah

Apa Penyebab Hipoglikemia?

Beberapa hal yang menjadi penyebab kadar gula darah tubuh terlalu rendah adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan insulin melebihi dosis yang dianjurkan dokter atau konsumsi obat diabetes (terutama golongan sulfonilurea) yang tidak teratur.

  • Pola makan yang kurang sehat, yaitu porsi makan terlalu sedikit atau sering menunda makan.

  • Berpuasa terlalu lama tanpa diimbangi asupan glukosa yang cukup sewaktu berbuka puasa.

  • Aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas berlebihan tanpa diimbangi asupan nutrisi seimbang.

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan. Hal ini membuat organ hati fokus menghilangkan alkohol dari tubuh sehingga mekanisme pelepasan glukosa terganggu.

  • Produksi insulin berlebihan akibat penyakit tertentu, misalnya tumor kelenjar pankreas (insulinoma).

Gejala yang Terjadi Akibat Gula Darah Rendah 

Efek gula darah rendah pada setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang peka merasakan gejalanya tetapi ada pula yang justru merasa sehat. Secara garis besar, gula darah rendah menyebabkan kemunculan beberapa gejala berikut ini:

  • Tubuh gemetar dan keluar keringat dingin.

  • Lemas, pusing, susah fokus, dan tampak kebingungan.

  • Rentan lelah meskipun baru beristirahat atau tidak sedang melakukan aktivitas berat.

  • Emosi tidak stabil.

  • Gangguan penglihatan yang membuat pandangan jadi ganda atau kabur.

  • Bibir pucat dan kesemutan.

  • Merasa lapar.

  • Gugup, cemas, dan bergerak seperti orang mabuk.

Bahaya Efek Gula Darah Rendah Bagi Kesehatan

Waspadai Efek Gula Darah Rendah pada Tubuh Anda!

Efeknya juga bisa berbeda tergantung usia. Bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat hipoglikemia rentan mengalami komplikasi, sementara lansia lebih berisiko mengalami demensia akibat gula darah rendah berulang.

Dampak Hipoglikemia pada Sistem Saraf Pusat

Hipoglikemia dapat memengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan berbagai gejala seperti:

  • Kelemahan dan pusing

  • Sakit kepala

  • Kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi

  • Gangguan koordinasi

  • Mimpi buruk atau gangguan tidur

  • Kesemutan atau mati rasa di sekitar mulut

Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian.

Pertolongan Pertama saat Gula Darah Terlalu Rendah

Pertanyaan berikutnya, apa yang harus dilakukan saat gula darah terlalu rendah? Pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat gula darah terlalu rendah adalah: 

  • Pengidap yang sadar bisa diberi asupan gula berkalori sebanyak 15 hingga 20 gram untuk meningkatkan kadar gula darah secara cepat, contohnya teh manis hangat, permen, jus buah dalam porsi kecil, atau satu sendok makan madu.

  • Pengidap yang tidak sadar harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan asupan berupa larutan glukosa melalui infus.

  • Jika kadar gula darah sudah berangsur-angsur normal, maka pengidap hipoglikemia disarankan mengonsumsi makanan sehat untuk mencegah gula darah kembali turun. Di samping itu, penyakit pencetus hipoglikemia seperti tumor pankreas juga harus lekas diatasi supaya tidak menyebabkan gula darah rendah berkepanjangan.

 BACA JUGA: Ketahui Pentingnya Menjaga Kadar Gula Darah Normal

Cara Mencegah Masalah Kesehatan Akibat Gula Darah Rendah

Image: magnific 

Bagi Anda yang memiliki jadwal padat dan aktivitas tinggi, menjaga kadar gula darah tetap stabil sangat penting agar tubuh tetap bertenaga dan produktif sepanjang hari. Kesibukan sering kali membuat seseorang terlambat makan atau melewatkan waktu makan, sehingga risiko hipoglikemia meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan teratur, menyediakan camilan sehat, serta menyesuaikan asupan nutrisi dengan tingkat aktivitas fisik harian.

Jika mulai muncul gejala awal gula darah rendah, seperti tubuh gemetar, lemas, atau sulit fokus, segera konsumsi makanan atau minuman manis sederhana seperti permen, madu, atau jus buah untuk membantu meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah gula darah rendah pada tubuh, seperti berikut ini. 

  • Pada penderita diabetes, Anda wajib mengonsumsi obat atau menggunakan insulin secara rutin sesuai anjuran dokter. Jika tubuh mengalami indikasi gula darah rendah, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi hal tersebut.

  • Periksa kadar gula darah secara rutin supaya hipoglikemia bisa lekas terdeteksi dan ditangani secara intensif.

  • Batasi aktivitas fisik atau intensitas olahraga supaya tidak terlalu berlebihan.

  • Jalani pola makan sehat dengan mengonsumsi asupan nutrisi seimbang setiap hari. Orang-orang yang sering melakukan aktivitas fisik atau olahraga intensitas tinggi butuh asupan glukosa lebih banyak untuk mencegah risiko hipoglikemia.

  • Hindari diet terlalu ketat yang menyebabkan kadar gula darah rendah. Sebagai gantinya, jalani diet sehat dengan aturan pembatasan kalori yang masih aman bagi kesehatan.

  • Hentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol agar kinerja organ hati lebih fokus dalam mengatur glukosa pada tubuh.

Peran Nutrisi Seimbang dalam Menjaga Kestabilan Gula Darah

Menjaga kestabilan gula darah tidak hanya dilakukan dengan mengatur jadwal makan, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang setiap hari. Kombinasi karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral dibutuhkan agar tubuh memiliki sumber energi yang cukup sekaligus membantu mencegah lonjakan maupun penurunan gula darah secara drastis.

Pemilihan jenis makanan juga penting, terutama bagi orang dengan aktivitas tinggi atau diabetesi yang rentan mengalami hipoglikemia. Konsumsi makanan dengan kandungan serat dan protein dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga kadar gula darah lebih stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

Selain dari makanan sehari-hari, kebutuhan nutrisi juga dapat dibantu dengan konsumsi Diabetasol Milk. Minuman ini diformulasikan untuk mendukung kebutuhan nutrisi harian dan membantu kadar gula darah lebih stabil sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.

Untuk menjaga energi tetap stabil, Diabetasol Milk dapat dikonsumsi 2 kali sehari dengan takaran 4 sendok takar. Anda bisa menikmatinya secara langsung atau mengolahnya menjadi smoothies bernutrisi dengan campuran buah, oatmeal, atau chia seed sebagai variasi sarapan yang lebih mengenyangkan di tengah padatnya jadwal kerja.

Beberapa kandungan nutrisi dalam Diabetasol Milk yang mendukung kadar gula darah lebih stabil antara lain:

  • Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat yang membantu menjaga gula darah tetap stabil dan memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga mendukung Diabetasol Milk sebagai minuman dengan indeks glikemik rendah (GI = 44)

  • Vitamin A, C, dan E serta zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh

  • Sumber serat untuk mendukung kesehatan pencernaan

  • Protein dengan whey berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna tubuh

  • Rendah laktosa

  • Tanpa penambahan gula pasir

  • Bebas gluten

Jadi, jangan sepelekan hipoglikemia. Kondisi ini selain bisa memengaruhi aktivitas harian, juga bisa memicu komplikasi serius bila tidak segera ditangani. Dengan dukungan pola makan teratur, mengenali tanda-tanda awal gula darah rendah, dan asupan nutrisi seimbang, aktivitas seharian yang padat jadi nggak perlu khawatir. Enjoy Aja, Kan Ada DIA. 

 

FAQ

Apa yang dimaksud dengan hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering dialami diabetesi yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah.

Apa saja tanda-tanda gula darah rendah?

Gejala gula darah rendah dapat berupa tubuh gemetar, keringat dingin, lemas, lapar, sulit fokus, pusing, emosi tidak stabil, hingga pandangan kabur. Pada kondisi yang lebih berat, hipoglikemia bisa menyebabkan kejang atau kehilangan kesadaran.

Apa penyebab gula darah rendah?

Beberapa penyebab hipoglikemia antara lain terlambat makan, olahraga berlebihan tanpa asupan cukup, penggunaan insulin atau obat diabetes yang tidak sesuai dosis, konsumsi alkohol berlebihan, hingga kondisi medis tertentu.

Apa yang harus dilakukan saat gula darah rendah?

Jika gejala hipoglikemia muncul, segera konsumsi makanan atau minuman manis sederhana seperti teh manis, madu, permen, atau jus buah untuk membantu meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Bila penderita tidak sadar, segera cari bantuan medis.

Bagaimana cara mencegah hipoglikemia?

Pencegahan hipoglikemia dapat dilakukan dengan menjaga jadwal makan teratur, mengonsumsi nutrisi seimbang, memantau kadar gula darah secara rutin, serta menghindari aktivitas fisik berlebihan tanpa asupan energi yang cukup.

Apakah nutrisi seimbang membantu menjaga gula darah tetap stabil?

Ya. Asupan nutrisi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral membantu menjaga kestabilan gula darah serta memberikan energi lebih tahan lama untuk tubuh.

 


Referensi:


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.